Wilayah Desa

Berikut adalah rincian dari wilayah Desa Planjan, mulai dari
luas keseluruhan wilayah desa, luas wilayah pesawahan, dan lainnya.

Hektare Wilayah

M2 Tanah Kas Desa

Dusun

Hektare Daratan

Hektare Telaga

Rukun Warga

Hektare Sawah

Hektare Lain-lain

Rukun Tangga

Keadaan Alam

Geografis/Topografi dan Jenis Tanah

Desa Planjan secara geografis terletak di wilayah transisi yang didominasi oleh dataran rendah hingga perbukitan bergelombang di bagian utara Kecamatan Kesugihan. Ketinggian wilayah ini berkisar antara 10 hingga 50 meter di atas permukaan laut. Sebagai wilayah yang tidak berbatasan langsung dengan garis pantai, Planjan memiliki karakteristik wilayah agraris dengan hamparan lahan yang cukup luas, yang dikelilingi oleh pemukiman warga dan jalur transportasi utama yang menghubungkan antar wilayah di Cilacap.

Secara topografi, bentang alam Desa Planjan bervariasi antara lahan datar yang digunakan sebagai area persawahan dan lahan dengan kemiringan landai yang dimanfaatkan untuk perkebunan atau tegalan. Keberadaan sungai kecil dan saluran irigasi di sekitarnya menjadi elemen penting yang mempengaruhi tata guna lahan. Area yang lebih tinggi umumnya ditempati oleh rumah-rumah penduduk dan kebun jati atau tanaman keras lainnya, sementara area yang lebih rendah difokuskan pada produksi padi yang menjadi komoditas utama desa tersebut.

Jenis tanah di Desa Planjan umumnya didominasi oleh tanah Aluvial dan Latosol yang memiliki tingkat kesuburan cukup baik. Tanah aluvial yang berasal dari endapan sungai sangat mendukung produktivitas lahan basah (sawah) karena teksturnya yang halus dan kaya akan mineral. Sementara itu, di area perbukitan landai, terdapat unsur tanah lempung yang cocok untuk tanaman palawija dan hortikultura. Kombinasi kondisi topografi yang tidak terlalu ekstrem dan karakteristik tanah yang subur ini menjadikan Planjan sebagai wilayah potensial untuk sektor pertanian dan pengembangan pemukiman.

 

Iklim

Desa Planjan memiliki iklim tropis basah yang sangat dipengaruhi oleh angin muson, sebagaimana wilayah Kabupaten Cilacap pada umumnya. Curah hujan di wilayah ini tergolong tinggi, dengan puncak musim penghujan biasanya terjadi antara bulan Oktober hingga April saat Angin Muson Barat bertiup. Tingginya curah hujan ini menjadi berkah bagi para petani di Planjan, karena menjamin ketersediaan air untuk lahan pertanian tadah hujan maupun irigasi teknis.

Suhu udara di Desa Planjan cenderung hangat dan stabil sepanjang tahun, berkisar antara 24°C hingga 32°C. Kelembapan udara di wilayah ini cukup tinggi karena lokasinya yang tidak terlalu jauh dari pesisir selatan Jawa, meskipun secara administratif Planjan berada di area yang agak menjorok ke darat. Pada musim kemarau (Mei – September), suhu udara bisa terasa lebih menyengat pada siang hari, namun kelembapan tetap terjaga karena adanya tutupan vegetasi hijau di area perbukitan sekitarnya.

Pola iklim ini sangat menentukan kalender tanam masyarakat setempat. Melimpahnya air di musim hujan dimanfaatkan untuk menanam padi, sedangkan pada musim kemarau yang lebih kering, petani biasanya beralih menanam palawija atau tanaman hortikultura yang tidak membutuhkan banyak air. Dinamika cuaca yang dapat diprediksi ini membantu menjaga stabilitas ekonomi desa yang berbasis pada sektor agraris.